13 Maret 2009

415 CALEG SUSUN KESEPAKATAN KAMPANYE DAMAI


415 caleg sekabupaten Poso Sulawesi Tengah hari ini melakukan pertemuan bersama untuk membangun kesepakatan bersama dalam melakukan kampanye damai untukmenghindarkan potensi-potensi konflik selama masa kampanye terbuka mulai 16 maret mendatang.


Antisipasi potensi konflik dalam masa kampanye, 415 caleg di Poso melakukan pertemuan untuk menyusun kesepakatan bersama yang bertujuan untuk menghindarkan potensi konflik.

Dalam kegiatan yang digelar di gedung sanggar pemuda Poso yang difasilitasi oleh komisi pemilihan umum kabupaten Poso itu, para caleg dari partai-partai politik setempat secara bersama-sama menyusun komitmen kampanye pemilu anggota dpr-dpd dan dprd 2009 secara damai dan menghindari penggunaan cara-cara kekerasan dan mengedapankan saling menghargai antar sesama partai politik dan calon anggota legislatif.

Kegiatan di Poso itu dilakukan ditengah-tengah kekuatiran akan adanya gesekan-gesekan antar pendukung partai politik yang rawan menganggu stabilitas keamanan di Poso yang cenderung telah kondusif pasca pulih dari konflik komunal 8 tahun.

Ustad Gani T Israil seorang caleg dari partai demokrat mengatakan peluang gesekan-gesekan antar masa pendukung partai politik dalam masa kampanye dapat dihindarkan asalkan seluruh pihak mematuhi kesepakatan kampanye damai yang telah disusun bersama itu.


Rencananya kesepakatan kampanye pemilu damai itu akan diikrarkan dihadapan ribuan warga Poso pada pembukaan masa kampanye terbuka pada senin, 16 maret mendatang.

12 Maret 2009

ANGIN KENCANG TUMBANGKAN POHON 2 Rumah dan Atribut kampanye rusak


Hujan deras disertai angin kencang timbulkan kerusakan pada rumah warga sekaligus merubuhkan atribut kampanye caleg di Poso Sulawesi Tengah.


Setidaknya 2 bangunan rumah warga di Poso Sulawesi Tengah mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon yang rubuh pada rabu malam 11 maret 2009. Wagiman warga kelurahan Gebang Rejo kecamatan Poso kota yang rumahnya mengalami kerusakan menuturkan rubuhnya pohon jenis ketapang itu terjadi disaat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Poso kota. beruntung tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian itu.


Tidak hanya merusak rumah warga, hujan deras yang disertai angin kencang pada rabu malam itu juga merusak sekaligus merubuhkan baliho dari calon anggota legislatif kabupaten Poso dari partai Matahari Bangsa dan partai Persatuan Pembangunan. kerusakan juga terlihat pada atribut partai lainnya seperti milik partai keadilan sejahtera Sejahtera di pinggiran jalan pulau kalimantan.

Sudah dalam seminggu terakhir hujan deras yang disertai angin kencang terjadi di Poso maupun kabupaten Tojo Una-Una. Dikabupaten Tojo Una-Una pekan sebelumnya dilaporkan angin putting beliung menyebabkan seorang warga tewas serta merusak 2 unit rumah warga.

10 Maret 2009

POLISI LAKUKAN SIMULASI PENGAMANAN PEMILU 2009


Sebuah simulasi pengamanan pemilu hari ini digelar oleh jajaran kepolisian polres Poso sulawesi tengah. simulasi yang melibatkan seribuan personil polisi dari satuan Dalmas, PHH dan Gegana Brimob Polda Sulawesi Tengah itu dilakukan sebagai bentuk kesiapan polri untuk mengantisipasi berbagai ragam bentuk gangguan keamanan dan teror dalam pemilu 2009.

Dalam kegiatan simulasi pengamanan pemilu di Poso pada hari ini rabu 11 maret 2009 diskenariokan sebuah kegiatan pemungutan suara mendapat gangguan dari seorang pemuda mabuk. tindakan petugas polisi mengusir pemuda mabuk itu kemudian memicu kemarahan sekelompok massa yang berusaha mengagalkan proses pemungutan suara.

Kerusuhan tidak terhindarkan yang diikuti jumlah massa yang bertambah banyak sehingga polisi menerjunkan satuan dalmas hingga pasukan anti huru hara untuk mengendalikan situasi yang tidak terkontrol. sejumlah bentrokan antar massa dan petugas tidak terhindarkan, hingga akhirnya penanganan massa dilakukan dengan gas air mata serta water canon.

Simulasi juga dilakukan untuk menangani ancaman teror peledakan bom menjelang hingga usainya pemilu tahun 2009 ini. dalam simulasi penanganan ancaman bom yang diperagakan oleh satuan jihandak polda sulawesi tengah di Poso itu mendapat perhatian besar dari masyarakat, hingga akhirnya petugas melakukan disposal yang diikuti suara keras ledakan yang terdengar dalam radius hampir satu kilometer.

Kepala kepolisian polres Poso akbp adeni muhan mengatakan untuk pengamanan pemilu tahun ini, petugas kepolisian menerjunkan seribu seratus personil untuk mengamankan 460 TPS di 156 desa diseluruh kabupaten Poso. Dari 460 TPS, 4 TPS didalam kota dikategorikan rawan gangguan keamanan.

Warga di Poso sendiri berharap agar proses pemilu tahun ini dapat berjalan dengan aman tanpa ada gangguan keamanan yang dapat menganggu ketenangan warga didaerah yang baru pulih dari konflik komunal itu.

untuk tahun 2009 ini jumlah warga Poso yang memiliki hak pilih mencapai seratus tiga puluh ribu jiwa lebih.

06 Oktober 2008

15 % PNS POSO MASIH MANGKIR MASUK KANTOR



Hari pertama masuk kantor di lingkungan pemerintah daerah kabupaten poso Sulawesi Tengah, ternyata cukup banyak pegawai yang belum masuk kantor. dari jumlah pegawai negeri sipil tujuh ribu orang, 15% persen diantaranya mangkir masuk kantor pada hari pertama masuk kerja.



Hari pertama masuk kantor bagi pegawai negeri sipil setelah libur panjang idul fitrih di poso Sulawesi Tengah mencapai tingkat kehadiran 85 persen, sedangkan 15 persen sisanya masih mangkir.

Di kantor bupati poso, situasi lengang hampir terjadi disemua ruangan, walaupun ada pegawai yang hadir, namun belum seluruhnya beraktivitas yang mengakibatkan pegawai mengisi waktu dengan duduk-duduk atau bermain game di komputer.

Wakil bupati Poso Abdul Mutalib Rimi mengakui di hari pertama masuk kerja pada hari senin 6 oktober 2008, angka ketidak hadiran pegawai negeri sipil mencapai 15 persen, yang berarti dari 7000 jumlah pegawai negeri terdapat seribu lebih pegawai yang bolos atau mangkir masuk kantor, dengan berbagai alasan yaitu masih berada di kampung halaman, masih dalam perjalanan atau sedang bersilahturahmi.


Namun berbeda dengan daerah lain di indonesia, pemerintah daerah kabupaten Poso tidak melakukan upaya penindakan disiplin terhadap pegawai negeri sipil , selain mengeluarkan himbauan agar pegawai yang masih mangkir pada hari pertama bisa segera masuk kantor.

03 Oktober 2008

PETIR SAMBAR PULUHAN RUMAH WARGA


Sekitar 40 unit rumah warga di Poso Sulawesi Tengah terkena sambaran Petir, walaupun tidak mengakibatkan korban jiwa tetapi sambaran Petir merusak instalasi listrik PLN dan barang barang elektronik milik warga. kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.


40 keluarga di desa Tokorondo kecamatan Poso pesisir kabupaten Poso Sulawesi Tengah masih dalam keadaan shock setelah Petir menyambar rumah mereka pada kamis sore 2 oktober 2008. sambaran Petir pada pukul setengah enam sore waktu Indonesia Tengah itu, terjadi ketika sedang hujan gerimis dan warga umumnya berada didalam rumah menikmati siaran televisi.

Sambaran Petir yang tidak diduga warga itu menghanguskan kabel listrik dan instalasi listrik PLN termasuk perabotan elektronik seperti televisi, kulkal, receiver parabola, dvd player maupun speaker aktif. Api juga sempat berkobar di dalam dua rumah warga, namun berhasil dipadamkan oleh warga.

Kejadian ini sudah dilaporkan warga kepada pihak PLN Poso, namun akibat belum adanya penanganan dari PLN untuk melakukan perbaikan, memaksa warga Tokorondo mengambil inisiatif untuk memperbaiki sendiri meteren listrik maupun kabel-kabel listrik dirumah mereka masing-masing.